Syuhadatul Islamy Dalang Pemberian Suap Hakim Tipikor Bengkulu

Hukum  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 07:18:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

Syuhadatul Islamy Dalang Pemberian Suap Hakim Tipikor Bengkulu
RMOL. KPK kembali mengejutkan publik Bengkulu dengan melakukan operasi tangkap tangan pada Rabu malam (6/9). Dengan menjerat aparat penegak hukum, kali ini hakim Tipikor dan panitera pengadilan negeri Bengkulu yang terjerat.

Namun, kabar mengejutkan justru datang pada Kamis siang (7/9). Ternyata KPK juga menangkap oknum PNS di lingkungan pemerintahan kota (pemkot) Bengkulu yakni Syuhadatul Islamy alias Lemi.

Dikabarkan bahwa Lemi saat ini masih menjabat sebagai pejabat Kepala Puskesmas Kelurahan Bentungan Kota Bengkulu. Lemi ditangkap di hotel Santika, Bogor pada hari Kamis, pukul 10.37 WIB.

Syuhadatul Islamy alias Lemi ini diduga merupakan kakak kandung Wilson, mantan pejabat papan atas di lingkungan pemkot Bengkulu yang belum lama ini divonis 15 bulan penjara atas Tipikor kegiatan rutin DPPKA Kota Bengkulu.

Penangkapan Syuhadatul Islamy alias Lemi ini dugaan sebagai dalang pemberian suap kepada Hakim Dewi Suryana dan panitera Hendra Kurniawan untuk mempengaruhi keputusan hakim dalam persidangan perkara korupsi adiknya, Wilson.

"Diduga pemberian uang terkait penanganan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bgl dengan terdakwa Wilson, agar dijatuhi hukuman ringan di Pengadilan Tipikor Bengkulu," kata Basaria dalam gelar perkara Kamis malam (7/9).

Selama proses persidangan, diindikasikan pihak keluarga terdakwa Wilson berupaya mendekati hakim melalui Dahniar, pensiunan panitera penganti di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Diduga, uang yang disepakati untuk mempengaruhi putusan hakim tersebut adalah Rp 125 juta. Wilson sendiri oleh jaksa penuntut umum dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Kemudian dijatuhi vonis hukuman 1 tahun 3 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta.

Basaria juga mengungkapkan bahwa sangat mungkin akan ada tersangka baru dari hasil pengembangan pemriksaan yang dilakukan oleh penyidik.

"Masih sangat mungkin (ada tersangka lain), tapi kami tidak serta-merta maksa karena proses pemeriksaan masih dilakukan penyidik kita," pungkasnya.

Ketika OTT dilakukan, tim penyidik KPK menemukan uang di rumah Dewi Suryana sebesar Rp 40 juta. Kemudian menemukan sisa uang Rp 75 juta yang diduga bagian komitmen fee Rp 125 juta di rumah Dahniar. [CW6]




Komentar Pembaca
Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

SELASA, 11 JULI 2017 , 15:00:00

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

SELASA, 11 JULI 2017 , 13:00:00

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:00:00