KPK Segel Tiga Ruangan Pengadilan Tipikor Bangkulu

Hukum  KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 23:47:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

KPK Segel Tiga Ruangan Pengadilan Tipikor Bangkulu

Foto/RMOL

RMOL. Tim satuan tugas KPK menyegel tiga ruangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu. Penyegelan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan KPK terhadap hakim dan panitera Tipikor PN Bengkulu.

"Untuk kepentingan penanganan perkara, tim juga menyegel beberapa ruangan di pengadilan Tipikor Bengkulu," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/9).

Tiga ruangan tersebut diantarnya meja dan file kabinet di ruangan Panitera Pengganti, Hendra Kurniawan, meja dan file kabinet hakim anggota lain di ruangan hakim, serta meja dan file kabinet di ruangan Hakim Anggota, Dewi Suryana.

Dalam kegiatan operasi senyap itu, KPK mengamankan enam orang. Diantaranya, Hakim Anggota PN Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana; Panitera Pengganti PN Tipikor Bengkulu, Hendra Kurniawan; PNS keluarga terdakwa Wilson, Syuhadatul Islamy; pensiunan Panitera Pengganti, Dahniar; PNS berinisial S; dan seorang swasta inisial DEN.

Basaria menyampaikan, OTT itu menyangkut kasus suap terkait penanganan perkara terdakwa Wilson SE. Suap diberikan agar hakim menjatuhi hukuman ringan kepada Wilson di Tipikor PN Bengkulu.

Wilson terjerat kasus korupsi kegiatan rutin tahun 2013 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) di Kota Bengkulu.

"Pada 20 Juli 2017, Jaksa Penuntut Umum telah membacakan tuntutan 1 tahun 6 bulan dan denda 50 juta. Dakwaan 1 primair tidak  terbukti. Dakwaan 1 subsider dinyatakan terbukti," jelas Basaria.

KPK menduga uang yang disepakati untuk mengamankan putusan Wilson tersebut sebesar Rp 125 juta. Dalam OTT itu juga KPK menyita sejumlah uang yang diindikasikan sebagai pemberian suap.

"Ketika OTT dilakukan, tim menemukan uang di rumah DSU (Dewi Suryana) sebesar Rp 40 juta. Kemudian menemukan sisa uang Rp 75 juta yang diduga bagian komitmen fee Rp 125 juta di rumah DHN (Dahniar). Hal ini masih akan didalami tim KPK," ucap Basaria. [Y21]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00