Seorang Hakim Tipikor Terjaring KPK Hanya Jadi Saksi

Hukum  KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 12:40:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

Seorang Hakim Tipikor Terjaring KPK Hanya Jadi Saksi

Heni Anggraeni/RMOL Bengkulu

RMOL. Total ada enam orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin (Rabu, 6/9) petang dan menjalani pemeriksaan di Reskrimsus Mapolda Bengkulu. Dua di antaranya merupakan hakim Ad Hoc Tipikor di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Keduanya adalah Dewi Suryana dan Heni Anggraeni. Kemudian dua panitera pengganti, yakni Daniar dan Hendra Kurniawan. Ditambah dua orang anak dari Daniar, Deni Agus dan Filia.

Sebagaimana disampaikan Direktur Riskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Herman, OTT tim penyidik KPK itu masih berkaitan dengan Wilson, mantan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu.

Wilson diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan empat kegiatan anggaran rutin tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1 miliar. Dan berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu, tersangka merugikan negara hingga Rp 500 juta.

Wilson telah dijatuhi vonis hukuman penjara selama 15 bulan oleh pengadilan tindak pidana korupsi Bengkulu, dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

"Ada kaitannya dengan Wilson. Perkara korupsi di DPPKA Kota," jelasnya singkat.

Dalam keterangan yang diterima RMOLBengkulu.Com, Heni sendiri masih berstatus saksi dan diajukan tujuh pertanyaan oleh penyidik KPK. Usai diperiksa hanya Heni yang diperbolehkan tetap di Bengkulu. Sedangkan lima orang lainnya tetap diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK.

Penerbangan mereka dijadwalkan siang ini dari bandara Fatmawati menuju bandara internasional Soekarno Hatta, Cengkareng.[Y21] 

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

JUM'AT, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00