Kementan Dan TNI Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

Nusantara  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 20:29:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

RMOL. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada TNI AD karena berpartisipasi aktif dalam mewujudkan swasembada pangan.

Sebab, ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan negara, sehingga seluruh elemen bangsa wajib berperan demi menjaga kedaulatan Aanah Air.

"Untung para TNI, KSAD, Polri kita kompak, sehingga goncangan tidak begitu berat," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Teknis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 tahun 2017 di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (5/9).

Peraih tanda kehormatan Satyalencana Pembangunan pada 2007 itu mencontohkan keterkaitan antara ketahanan pangan dengan ketahanan negara. Karena ketahanan pangan Indonesia terjaga maka mendorong petani bersemangat untuk berusaha lantaran kesejahteraannya terjamin. Sehingga, meminimalisir orang-orang yang ingin berpartisipasi pada organisasi ekstrimis.

"Kalau perut lapar, kelompok Santoso (teroris Mujahidin Indonesia Timur) hanya beranggotakan 41 orang, kita kelabakan. Bagaimana kalau satu juta anggotanya," kata Amran.

"Yang tinggalkan pertanian sudah 21 juta orang. Ini berkontribusi pada ISIS, begal, kenakalan remaja. Makanya kita bangun dari pnggiran, desa, perbatasan," lanjut peraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin tersebut.

Amran memaparkan kesuksesan yang dicapai pemerintah di sektor pangan berkat kerja sama pihaknya dengan sejumlah instansi, termasuk TNI AD. Misalnya, defisit sumber daya manusia untuk Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebanyak 70 ribu orang bisa diatasi dengan diperbantukannya personel tentara. Kemudian, meningkatkan produktivitas komoditas pangan melalui cetak sawah, mempermudah distribusi bantuan produksi, serta membantu menekan harga dan mempermudah stok dengan membangun lahan pertanian di perbatasan, sehingga menekan penyelundupan.

Begitu pun empat komoditas yang dicanangkan swasembada pada 2016-2017 sebagaimana visi Lumbung Pangan Dunia 2045 akhirnya terwujud, yakni bawang merah, padi, cabai, dan jagung. Bahkan, hasil panen melampaui kebutuhan pangan nasional, sehingga diekspor ke sejumlah negara tetangga. Misalnya, bawang merah ke Thailand dan Singapura, beras ke Papua Nugini, dan jagung ke Malaysia.

"Aku pilih (jagung) dari bapak daripada dari Amerika, Argentina," kata Amran mengutip perwakilan Malaysia tentang alasannya menginginkan impor jagung dari Indonesia.

Kesuksesan itu pun diakui lembaga internasional. Badan Pangan PBB (Food and Agriculture Organization/FAO) misalnya. Malah, berdasarkan The Economist Intelligence Unit (EIU), lonjakan keamanan pangan Indonesia (Global Food Security Index) paling tinggi dan nomor satu.

"Sustainable agriculture (keberlanjutan pertanian) 16 dunia. Tapi ada kebanggaan karena Amerika Serikat di bawah kita," ungkap Amran.

Rapor hijau tersebut mendorong Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev meminta Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Zoir T Mirzaev datang ke Indonesia dan mencari tahu cara menggairahkan sektor pangan.

"Mereka minta apa yang dilakukan Indonesia. Aku bilang 'hanya tiga, kerja, kerja, kerja', jelasnya.

Amran pun menegaskan Kementan bertekad untuk kembali mendongkrak capaian pertanian Indonesia, khususnya ekspor dan kualitas. Caranya, menggeliatkan sektor pertanian di perbatasan. Sebab, selain menguntungkan bagi masyarakat setempat, juga lebih menguntungkan bagi negara penerima impor.

"Mereka (Amerika dan Argentina) butuh biaya angkut satu bulan, aku tinggal lempar," katanya.

Komoditas yang dicanangkan di Malaka, Kepulauan Riau, Entikong, Belu, dan Lingga adalah padi organik, mengingat menjadi kebutuhan pembeli.

"Nanti (kebutuhan) Timor Leste cukup bupati Belu sama Malaka saja yang urus. Tidak perlu Jakarta, selesai," beber Amran.

Lebih jauh, dia menambahkan, keterlibatan TNI AD di sektor pertanian tidak mengganggu kerja-kerja dalam pertahanan negara. Sebab, personel yang dikerahkan adalah Bintara Bina Desa (Babinsa) yang akan memasuki masa pensiun.

"Bukan pasukan tempur yang anda bayangkan," ucap Amran.

Hal senada dipertegas KSAD Jenderal Mulyono. Katanya, personil yang dikerahkan merupakan bagian dari teritorial yang bertugas membantu dalam geografis, demografis, dan sosial demi kesejahteraan masyarakat.

Dia menerangkan, apa yang dilakukan sesuai tugas pokok TNI sebagaimana pasal 7 ayat 2 UU 34/2004, di mana ada operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang (OMSP).

"Dalam operasi militer selain perang ada 14 tugas. Salah satunya, bantu pemerintah menjaga wilayah pertahanan. Apa yang dilakukan Pak Menteri adalah tugas pemerintah. Jadi, saya tidak melanggar undang-undang. Justru ini profesional TNI," jelas Mulyono.

Kemitraan dengan Kementan pun bagian dari implementasi jati diri TNI. Menurutnya, TNI merupakan tentara rakyat, sehingga harus selalu bersama rakyat. Dia menegaskan TMMD pun dirasakan bermanfaat dalam pembangunan bangsa, khususnya membantu masyarakat. Atas dasar itu, yang setahun biasanya digelar dua kali, maka kuantitasnya ditambah satu pada 2017.

"Kita berharap dalam TMMD yang akan datang aman dan sukses," tegas mantan Pangkostrad tersebut. [Y21]



Komentar Pembaca