Tingkatkan Pendidikan Karakter Melalui Seni dan Budaya

Pendidikan  SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 11:52:00 WIB | OLEH: REDAKSI

Tingkatkan Pendidikan Karakter Melalui Seni dan Budaya

Foto Net/pelajar BS terjaring razia

RMOL. Berbicara pendidikan adalah berbicara persoalan masa depan, generasi penerus dan peradaban. Pendidikan sejatinya merupakan proses memanusiakan manusia dalam membangun karakter, kepribadian dan moral.

Lantas bagaimana bila ruh pendidikan berangusur pudar dari diri kalangan pelajar akibat tergerus modernitas?.

Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Selatan, Isurman mengatakan, perlu ditingkatkan pembelajaran mengenai seni dan budaya di sekolah-sekolah. Sebab, konteks seni dan budaya mengandung nilai yang diharapkan dapat memperkuat karakter pelajar sebagai manusia yang bermartabat.

"Serangan budaya asing yang masuk melalui celah ponsel, artikel, televisi hingga media sosial dapat mengikis karakter pelajar di Bengkulu Selatan. Untuk itu, pendidikan seni dan budaya melalui mata pelajaran muatan lokal perlu ditingkatkan," katanya Senin (21/7).

Menurut Isurman, budaya adalah identitas yang perlu dipertahankan. Bila budaya itu hilang, maka identitas juga akan bernasib sama, kemudian dapat memicu hancurnya suatu peradaban.

"Saat ini sudah banyak pelajar yang tidak mengetahui lagi bahasa daerah, aturan dalam adat istiadat hingga norma. Padahal pemahaman itu sangat diperlukan di kehidupan bermasyarakat. Pemerintah dan pihak sekolah perlu memperdalam pendidikan seni dan budaya yang diajarkan kepada para pelajar," katanya.

Sementara itu, Budayawan Serawai Dali Yazid menambahkan, bahwa racun budaya asing yang disebar melalui berbagai media, telah membuat sikap dan pola pikir generasi muda rusak.

"Ada banyak pemuda sekarang keluyuran hanya memakai pakaian dalam, saat ditanya, mereka bilang itu modern. Padahal jelas perilaku itu adalah kemunduran," katanya.

Lebih lanjut, Dali mengatakan, bahwa saat ini jarang ada pelajar yang memahami bahasa dan adab dalam bertutur kepada orang yang lebih tua, termasuk sikap dan sifat. Fokus pendidikan mencerdaskan bangsa dengan berbagai macam keilmuan, mesti sejalan dengan pembangunan karakter.

"Bila kita memiliki teman baru, entah itu dari luar daerah ataupun luar negeri. Maka, salah satu pertanyaan yang rutin muncul adalah seperti apa dan bagaimana budaya di tempat kita berada. Agar mengantisipasi hilangnya identitas diri kalangan pelajar dan mereka perlu diajarkan tentang seni dan budaya," katanya. [CW1]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00