Rizal Ramli: Indonesia Semakin Tertinggal Jika Terus Mempertajam Perbedaan SARA

Politik  JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 12:03:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

Rizal Ramli: Indonesia Semakin Tertinggal Jika Terus Mempertajam Perbedaan SARA

Rizal Ramli/Net

RMOL. Mantan Menko Maritim, Rizal Ramli mengatakan Indonesia akan semakin tertinggal dari negara-negara Asia jika terus berkutat dengan persoalan yang dipicu aksi memperuncing perbedaan suku, agama, ras dan golongan dalam kehidupan. Demikian disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun di Kampus Universitas Bung Karno.

Kondisi ini menurutnya sangat disayangkan sebab, Indonesia memiliki sejarah sebagai bangsa yang menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa lain yang tertinggal.

"Sebagai Bangsa yang dalam sejarahnya berhasil menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa lain yang masih tertinggal, kini saatnya di tengah ketertinggalan kota dari bangsa-bangsa di Asia lainnya, kita harus berbenah dan bangkit bersama mewujudkan cita-cita kemerdekaan seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945," katanya, Kamis (17/8).

Sosok yang juga menjabat ketua Dewan Kurator Universitas Bung Karno (UBK) ini menjelaskan selain ketertinggalan akibat meruncingnya isu SARA. Hal lainnya yang juga memicu ketertinggalan bangsa yakni moral rendah yang masih dimiliki oleh para pemimpin.

"Ketika para pejabat publik masih memiliki moral rendah terhadap praktek KKN warisan Orde Baru, itu juga sangat menghambat kemajuan RI," ujarnya.

Rizal Ramli hadir di Kampus UBK atas undangan dari Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, Rahmawati Soekarno Putri.

Kehadiran Rizal Ramli dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 72 di Kampus UBK ini menunjukkan bahwa ia juga ikut bersama segenap warga negara Indonesia memperingati HUT RI.

Hal yang sama juga dilakukannya pada HUT Ri 71 lalu dimana ia memenuhi undangan dari Romo Sandyawan dan komunitas Ciliwung Merdeka dalam Upacara Kemerdekaan yang diselenggarakan di pinggir kali Ciliwung kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan.[Y21]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00