DPRD Bengkulu Selatan Soroti Penerapan FDS

Pendidikan  RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 19:28:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

DPRD Bengkulu Selatan Soroti Penerapan FDS

Ilustrasi Net

RMOL. Usai diterapkan selama dua pekan, sistem sekolah lima hari atau Full Day School (FDS) di Bengkulu Selatan terus menuai pro dan kontra. Anggota Komisi III DPRD Bengkulu Selatan, Dahun Rosyadi, mengatakan sistem FDS dinilai bukan langkah bijak dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada para pelajar di wilayah itu.

"Gara-gara FDS, banyak orang tua kerepotan dalam mengurus anak-anak mereka. Para orang tua harus rutin menyiapkan bekal dan uang jajan lebih. Alhasil, biaya pengeluaran keluarga jadi membengkak," kata Dahun Rosyadi.

Menurut pandangan Dahun, FDS semestinya tidak diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di pedasaan. Mengingat, banyak orang tua pelajar berprofesi sebagai petani dan buruh, yang dimana mereka harus berangkat pagi ke sawah dan lahan perkebunannya.

"Lagian Bengkulu Selatan bukan merupakan daerah sibuk seperti di Jawa, dimana para orang tua sibuk bekerja dari pagi hingga malam. Di Bengkulu Selatan, orang tua dan anak punya banyak waktu untuk bertemu. Pagi hari pergi bertani, siangnya sudah pulang," katanya.

Dahun menyarankan supaya pemerintah lebih memikirkan kondisi psikologis para pelajar, guru dan orang tua, ketimbang menjalankan program pendidikan yang minim perencanaan.

"Sarana dan prasarana perlu ditinjau, juga dampak kejiwaan dari sistem ini. Banyak pelajar kehilangan jam bermain mereka dengan adanya Full Day School tersebut," katanya. [CW1]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00