Kebijakan Full Day School Membebani Guru Dan Siswa

Pendidikan  SELASA, 08 AGUSTUS 2017 , 10:44:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

Kebijakan Full Day School Membebani Guru Dan Siswa

Ilustrasi/Net

RMOL. Kebijakan pendidikan berupa sekolah lima hari atau Full Day School muali diberlakukan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (7/8). Sistem ini diterarapkan kepada seluruh SD/MI dan SMP/MTS.
Berdasarkan pantauan RMOLBengkulu.com, hari pertama kebijakan Full Day School dikeluhkan para pengajar hingga siswa. Mereka mengkritik kebijakan yang dijalankan tanpa persiapan matang. 

Di SD Negeri 2 Bengkulu Selatan, sejumlah siswa harus pulang jam 17:40 petang, lantaran masuk siang. Minimnya ketersediaan ruang kelas membuat pihak sekolah harus membagi jadwal masuk kelas. 

Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 2 Bengkulu Selatan Isnawati, mengatakan Full Day School sebaiknya tidak dilakukan secara menyeluruh oleh karena banyaknya sekolah yang minim sarana dan fasilitas. 

"Bagi siswa yang kelasnya masuk siang, mereka pulangnya hampir magrib. Ini jelas mengurangi waktu bermain mereka," katanya. 

Di SDN 2 Bengkulu Selatan, siswa yang masuk siang adalah kelas 3 dan 4. Mereka mengisi kelas 1 dan 2 yang pulang lebih awal. 

Sementara itu di SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan, pihak sekolah kerepotan saat tiba waktunya sholat zuhur. Ratusan siswa memadati tempat wudhu dan mushola. Agar mengurangi antrian, setiap siswa diajurkan membawa dua liter air untuk wudhu. 

Guru Olahraga SMP 2 Bengkulu Selatan Tazman mengatakan, kecilnya mushola membuat pelajar harus mengantri dalam melaksanakan sholat. 

"Ada banyak siswa, tapi ketersediaan sarana penunjang Full Day School masih sangat terbatas. Seharusnya pemerintah terlebih membuat sekolah percontohan," katanya.

Bila guru mengeluhkan sarana dan prasarana penunjang Full Day School, maka beda halnya dengan siswa. Mereka mengeluhkan stress dengan adanya sistem tersebut. 

"Pulang sekolah sore, tapi tugas yang diberikan guru tetap banyak," kata Amanda, siswi kelas enam SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan Novianto, pekan lalu, mengatakan bahwa sistem lima hari sekolah itu hanya bersifat ujicoba. Penerapan hanya berlangsung selama tiga bulan.

"Kami akan melakukan ujicoba selama tiga bulan guna melihat kelebihan dan kekurangan dari sistem ini. Jika memang ternyata program ini dirasa belum pas diterapkan bagi seluruh sekolah, maka kami akan mengembalikan pada sistem sebelumnya," kata Kepala Disdikbud Bengkulu Selatan Novianto, saat ditemui RMOLBengkulu.com, Rabu lalu (3/8). [CW1]



Komentar Pembaca
Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

SELASA, 11 JULI 2017 , 15:00:00

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

SELASA, 11 JULI 2017 , 13:00:00

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:00:00