Sidang Perdana Korupsi RMSY, Mantan Gubernur Dibanjiri Simpatisan

Hukum  RABU, 02 AGUSTUS 2017 , 12:51:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi RMSY, Mantan Gubernur Dibanjiri Simpatisan
RMOL. Sidang perdana kasus korupsi honor dewan pembina RS M Yunus Bengkulu, yang menjerat mantan gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah atau yang akrab disapa UJH hari ini digelar. Rbu (2/8) Tepat pukul 11.00 UJH memasuki Ruang Sidang Tirta di Pengadilan Tipikor Provinsi Bengkulu.

Sesaat sebelum memasuki ruang sidang UJH sempat disambangi oleh para simpatisannya saat sedang berada di ruang tunggu jaksa. Mereka yang datang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari pihak keluarga, kolega di birokrasi pemda provinsi, dan rekan-rekan guru MAN Model serta dosen IAIN Bengkulu.

Kedatangan para simpatisan ini terpantau sejak pukul 09.00 WIB. Dalam sidang pertamanya UJH didampingi oleh istrinya Hj Honiarty dan putra sulungnya.

Kedatangan mereka untuk memberika  dukungan moral dan rasa simpatinya terhadap UJH. Salah seorang simpatisan yang datang, pak Mirzan, pengurus Masjid Nurul Haq simpang Bumi Ayu menyatakan rasa simpatinya kepada jurnalis RMOLBengkulu.com.

"Saya datang kesini bersama beberapa rekan pengurus masjid Nurul Haq untul memberi dukungan moral kepada beliau. Jujur saja, kami para pengurus masjid dan jamaah masjid Nurul Haq sangat merasa kehilangan sosok beliau, mengingat betapa seriusnya beliau dalam membina aktifitas di masjid kami. Pak UJH tidak bersalah, semoga UJH mendapat keadilan", ungkap Mirzan.

Tampak hadir pula Koordinator KAHMI Wilayah Bengkulu, M. A. Prihatno, yang beberapa waktu yang lalu sempat menawarkan diri juga sebagai penjamin untuk penangguhan penahan UJH.

"UJH merupakan salah satu kader terbaik HMI. Sebagai alumni HMI, tidak sedikit pula sumbangsihnya bagi dinamika kegiatan keumatan. KAHMI Wilayah Bengkulu memberikan dukungan moral dan rasa simpati kepada UJH. Kami yakin bahwa UJH tidak bersalah. Namun,  kami juga tetap menyerahkan semua proses hukum ini kepada pihak pengadilan. Kami yakin para hakim dan jaksa akan menegakkan hukum dan menghormati rasa keadilan yang menjadi hak seluruh warga negara indonesia," jelasnya.

Menanggapi derasnya dukungan moral dan rasa simpati yang mengalir padanya hari ini,  UJH menyampaikan terima kasih yang tak terhingga.

"Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para keluarga, sahabat,  kolega, rekan sejawat, dan para jamaah yang telah merelakan waktunya untuk datang kemari memberi dukungan kepada saya.  Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini dengan kemuliaan. Saya sudah siap menjalani proses hukum ini bahkan sejak sebelum ditahan oleh pihak kejaksaan. Saya tetap serahkan semuanya pada aparat penegak hukum yang berwenang dalam kasus ini. Proses hukum harus tetap berjalan dan saya menghormati itu",  ungkapnya saat ditemui di ruang tunggu jaksa di Pengadilan TIPIKOR Provinsi Bengkulu.

Sementara itu penasehat hukum UJH,  Firnandes Maurisya mengatakan bahwa kliennya dijerat dengan UU Nomor 31 Tahun 2009 pasal 2 dan pasal 3 Jo. pasal 18.

"Pak UJH didakwa dengan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kami juga mengajukan permohonan penambahan orang sebagai penjamin pak UJH agar mendapat penangguhan penahanan. Jumlahnya sekitar 15 orang penjamin yang berasal dari tokoh masyarakat adat, tokoh agama, dan tokoh pendidikan. Hakim ketua mengatakan akan dipertimbangkan. Mudah-mudahan permohonan ini dapat dikabulkan. Mengingat beliau juga masih harus menjalakan kewajibannya sebagai pengajar di kampus  IAIN dan tanggung jawab keumataannya sebagai seorang ustadz", jelas Firnandes. [CW6]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00