Sejarah dan Budaya Bengkulu Tersimpan Di Perpustakaan Inggris dan Belanda

Bengkulu Minim Konten Buku Daerah

Pendidikan  SABTU, 22 JULI 2017 , 11:05:00 WIB

Sejarah dan Budaya Bengkulu Tersimpan Di Perpustakaan Inggris dan Belanda
 RMOL. Jumlah konten buku daerah yang tersimpan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu terbilang minim. Hal itu disampaikan Pustakawan Eko Pranoto kepada RMOL Bengkulu, Jumat pagi (21/7).

"Saat ini ada sebanyak 356 judul buku yang tersimpan di kearsipan, sementara ada 45 judul lainnya masih dalam pendataan," katanya.

Minimnya buku daerah yang tersimpan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu, disebabkan terbatasnya jumlah penulis. Diakui Eko, mayoritas penulis berasal dari kalangan akademisi, seperti para dosen dan guru.  "Beberapa buku yang ada justru ditulis kalangan akademisi untuk melengkapi syarat pendidikan, jarang ada orang yang memang menulis untuk kepentingan umum dan ilmu pengetahuan," katanya.

Untuk mendapatkan buku lokal, Eko dan beberapa pustakawan harus mencari langsung ke daerah hingga pedesaan. Beberapa buku langka ada yang dimiliki warga.

"Itu yang membuat kami agak kesulitan dalam mengumpulkan arsip. Bahkan ada warga yang memiliki buku dan harus ditebus dengan uang, meski kami hanya sekedar mengopinya," kata Eko.

Sementara itu, di Perpustakaan Negeri Bengkulu (Unib), pihak kampus menyediakan ruangan khusus di lantai tiga yang diberi nama Bengkulu Corner. Ada 460 judul buku lokal tersimpan di ruangan tersebut.

Ketua Bengkulu Heritage Society, Asnody Restiawan mengatakan, banyak buku yang membahas tentang sejarah dan budaya Bengkulu tersimpan di perpustakaan Inggris dan Belanda. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan melobi perpustakaan di kedua negara tersebut guna mendapatkan buku yang membahas tentang Bengkulu. "Kami terus berkomunikasi dengan pihak perpustakaan, salah satunya di Inggris. Mereka telah memberi lampu hijau untuk memberikan beberapa buku, meski bukan dalam bentuk asli," katanya.

Bengkulu Heritage Society merupakan sebuah komunitas yang bergerak dalam pelestarian sejarah dan budaya Bengkulu. Anggota komunitas ini terdiri dari pemerhati sejarah, akademisi, jurnalis, travel maker, hingga kalangan pelajar. Komunitas ini bertujuan membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam melestarikan pusaka Indonesia, berupa seni, sejarah dan budaya.

"Kami berharap apa yang kami lakukan bisa memperkaya kearsipan, mengingat jumlah buku lokal yang dimiliki Bengkulu saat ini masih minim," katanya. [CW1]

Komentar Pembaca
Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

SELASA, 11 JULI 2017 , 15:00:00

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

SELASA, 11 JULI 2017 , 13:00:00

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:00:00