Kongres Rakyat, Walhi Bengkulu Kumpulkan Masyarakat Konflik

Nusantara  SENIN, 17 JULI 2017 , 17:50:00 WIB

Kongres Rakyat, Walhi Bengkulu Kumpulkan Masyarakat Konflik
RMOL. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) wilayah Provinsi Bengkulu menggelar Kongser Rakyat di Taman Budaya Bengkulu, Senin hingga Selasa (17-18 Juli 2017). Kongres ini merupakan yang kedua diadakan Walhi Bengkulu dalam rangka mewadahi suara masyarakat dan petani di wilayah konflik untuk disampaikan pada pemerintah.

"Acara ini untuk menampung isu lingkungan yang selama ini dihadapi masyarakat Bengkulu," kata Ketua Walhi Bengkulu, Beni Ardiansyah, Senin (17/7).

Acara ini diisi dengan diskusi, debat lingkungan, orasi rakyat dan performance art. Kongres Rakyat dihadiri oleh 500-an masyakat dan petani  yang berasal dari wilayah konflik tanah Dan lingkungan seperti, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong.

Dikatakan Beni, saat ini suara petani dan masyarakat desa tidak pernah didengar oleh para pemangku kepentingan di Bengkulu. Konflik yang terjadi tidak terselesaikan.

"Dengan kegiatan ini, kami ingin tata kelola produksi dan tata kelola kuasa berpihak kepada rakyat, bukan kepada koorporasi," katanya.

Di Bengkulu, konflik yang terjadi masih seputar pertambangan, pembangunan dan perluasan lahan kelapa sawit secara besar-besaran. Tambang dinilai tidak memberikan hak dan kenyamanan kepada masyarakat, selain itu tanah objek reforma agraria merupakan bentuk untuk menguasai konflik tanah.

"Harapan dari kongres ini akan muncul soliditas rakyat Bengkulu dan memberi sikap tentang apa yang harus dilakukan pemerintah. Kongres ini adalah deklarasi sekaligus penguatan forum," tambah Beni. [CW1]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00