Home
 
 
NUSANTARA

Kapolri: Telegram Sulit Disadap Dan Dilacak
Senin, 17 Juli 2017 , 11:55:00 WIB
Sumber: RMOL

Tito Karnavian/Net
  
RMOL. Teroris saat ini sudah semakin cerdas dan tahu media sosial mana yang aman menampung percakapan mereka. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi Telegram yang sulit untuk disadap dan dilacak aparat.

Begitu kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Senin (17/7).

Sehingga, lanjut Tito, penutupan Telegram oleh pemerintah merupakan langkah tepat untuk menjaga keamanan karena Telegram menjadi media komunikasi favorit bagi kelompok teroris.

"Sekarang cukup online, chatting langsung suruh campurin ini dan survei (sasaran) kemudian di-sharing. Telegram salah satu favorit mereka," jelasnya

Tito menjabarkan bahwa di Telegram ada fitur end to end encryption yang membuat komunikasi dalam Telegram tidak bisa disadap.

Selain itu, pengguna Telegram akan sulit dilacak karena identitas akun bisa disembunyikan.

"Tidak harus tahu nomor handphone, tapi bisa dengan username saling kontak chat hanya dengan username, jadi tidak ketahuan dan sulit dilacak," tutup Tito. [Y21]

Comments

"Percepat Pendidikan Yang Merata Dan Berkualitas", Pemkot Gelar Upacara Hardiknas

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan mengangkat tema Perce ...

 

Baca Juga

Polri: Dua Penyerang Mapolda Sumut Diduga Anggota Jaringan Bahrun Naim
Aiptu Sigalingging Tewas Dengan Luka Tusuk Di Pipi, Dagu, Leher, Dan Dada
Lebaran, Tradisi Yasinan Massal Di TPU