Tujuh Tahun, Tiga Gubernur Bengkulu Jadi Koruptor

Nusantara  RABU, 12 JULI 2017 , 16:50:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

Tujuh Tahun, Tiga Gubernur Bengkulu Jadi Koruptor
RMOL. Sebelumnya, pada Selasa (20/6) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasitangkap tangan terhadap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti beserta istri Lily Martiani Maddari bersama dua orang pengusaha yakni Rico Dian sari Direktur Utama PT Rico Putra Selatan dan Jhony Wijaya Direktur Utama PT Mitra Statika Mitra Sarana. Dalam operasi tangkap tangan KPK mengamankan uang tunai dalam pecahan rupiah senilai Rp 1 miliar.



Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk pelaksana tugas (Plt) terhadap Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rohidin Mersyah, atas dasar UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah mengingat Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti sudah ditetapkan tersangkan dan dilakukan penahanan oleh KPK.

Korupsi yang melibatkan gubernur bukan kali pertamanya terjadi di Provinsi Bengkulu ini, dari data yang dihimpun RMOLBengkulu.com, sudah ada dua kasus korupsi lainnya yang menjerat geburnur sebelum Ridwan Mukti.

Dimana pada tahun 2012 lalu, Agusrin Maryono Najamuddin merupakan Gubernur Bengkulu pertama dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Tanah Bangunan yang merugikan negara hingga Rp 21,3 miliar. Kemudian Agusrin M Najamuddin divonis hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sebelumnya Agusrin divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Mei 2001 lalu oleh majelis yang diketuai Syariffudin. Agusrin M Najamuddin dinyatakan tidak melakukan tindak pidana korupsi.Pada 17 Desember 2012, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik Junaidi Hamsyah sebagai Gubernur Bengkulu definitif menyusul adanya keputusan MA yang menolak peninjauan kembali (PK) Agusrin.



Hampir selama tiga tahun menjabat, kembali Gubernur Bengkulu tersandung kasus korupsi. Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri menetapkan status tersangka terhadap Junaidi dalam kasus dugaan korupsi penerbitan SK pembayaran honor Tim Dewan Pembina RSUD M Yunus Bengkulu pada tahun 2011 yang nilainya mencapai Rp 5,4 miliar.



Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Junaidi Hamsyah pada pelimpahan tahap kedua oleh Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri Bengkulu dengan menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul !4.05 WIB akhirnya mantan gubernur yang juga sebagai ustadz tersebut resmi ditahan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. [Y21]

Komentar Pembaca
Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

SELASA, 11 JULI 2017 , 15:00:00

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

SELASA, 11 JULI 2017 , 13:00:00

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:00:00