Kades Kecamatan Pelabai Diancam Tidak Bisa Cairkan ADD Dan DD

Daerah  RABU, 05 JULI 2017 , 15:46:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Kades Kecamatan Pelabai Diancam Tidak Bisa Cairkan ADD Dan DD
RMOL. Kepala Desa (kades) di Kecamatan Pelabai Kabupaten Lebong, menerima ancaman melalui pesan singkat SMS dari orang tidak dikenal. Ancaman tersebut berujung pada pencekalan pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Dari informasi berkembang dilapangan, diduga ancaman tersebut dinilai lantaran pemberian sejumlah uang dari kades di wilayah Kecamatan Pelabai tidak sesuai kepada pihak kecamatan untuk mendapatkan tanda tangan tim evaluasi pencairan DD dan ADD di Kabupaten Lebong.
 
Kades di Kecamatan Pelabai yang enggan menyebutkan namanya tersebut, mengungkapkan, dirinya mendapatkan sms ancaman tersebut sebelum hari raya Idul Fitri 1438 H atau tepatnya tanggal 18 Juni 2017, pada pukul 17.17 WIB dengan nomor  ponsel 085367537807.

Dirinya tidak dapat memastikan apakah modus OTD yang menyebarkan sms tersebut kepada para kades. Namun, diharapkannya agar pembangunan desa tidak dipersulit dengan ancaman seperti ini yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
 
"Benar, kami tidak tahu ini siapa. Yang jelas, kami minta agar pembangunan desa jangan dipersulit," tegas salah seorang kades.

Sementara itu, Camat Pelabai, Junaidi saat di  konfirmasi jurnalis RMOLBengkulu.com menepis tundingan mengenai adanya sms yang mengaku dari pihak kecamatan, dengan modus mengancam kades tidak akan menandatangani  evalusi pencairan DD dan ADD  karena tidak sesuai dengan pemberian uang timbal balik dari kades.
 
"Tidak ada itu, kami tidak ada iming minta�"minta seperti itu,  apalagi menyebarkan sms seperti dengan nada ancaman ini," pungkas Junaidi.
 
Menurutnya, Junaidi pihaknya tidak pernah mempersulit pemerintah desa dalam melakukan pembangunan didesa dengan cara meminta jasa timbal balik. Kecuali, ada pihak yang ingin menyumbang atau memberikan sukarela kepada pegawai kepada kami saat bekerja.

"Dengan catatan tidak meminta, jadi intinya kami tidak mempersulit pencairan dalam pembangunan desa," demikian Junaidi.
 
Berdasarkan pantaun dan keterangan wartawan dilapangan, SMS ancamaan oleh OTD tersebut berisi "As.bp ibu kades kami dari tim kecamatan tidak mau menandatangani evaluasi pencairan dana untuk berikutnya. Karena pemberian Bp ibu kades tidak sesuai dgn tanggung jawab kami. Kalau bisa cair tanpa tanda tangan tim evaluasi kecamatan, silahkan. Mks". [A11]


Komentar Pembaca
Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

SELASA, 11 JULI 2017 , 15:00:00

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

SELASA, 11 JULI 2017 , 13:00:00

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:00:00