Home
 
 
HUKUM

Ini Kronologi OTT Ridwan Mukti dan Lili Maddari Oleh KPK
Selasa, 20 Juni 2017 , 17:12:00 WIB
Laporan: Yetti Rahmadani

RMOL. Dari data yang dihimpun RMOLBengkulu.com, penangkapan yang melibatkan Gubernur Bengkulu aktif Ridwan Mukti, berawal dari Selasa (20/6) sekitar pukul 08.15 WIB bertempat di rumah pribadi gubernur di Jalan Hibrida 15 No 59 RT 001 RW 003 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Lima orang Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap istri Gubernur Bengkulu Lili Martiani Maddari bersama Rico Dian Sari yang merupakan Direktur Utama PT Rico Putra Sealatan (RPS) dan Jhoni Wijaya Direktur Utama PT Mitra Statika Mitra Sarana (SMS), dengan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 1 miliar.

Kemudian Tim Satgas KPK melakukan penyegelan di rumah pribadi gubernur tersebut, selanjutnya,  Lili Martiani Maddari, Rico Dian Sari, Jhoni Wijaya, Hariono (supir) dan Emilia (Ajudan) dibawa ke Polda Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Pada pukul 09.30 WIB Tim Satgas KPK langsung bergerak menuju kantor gubernur dan melakukan penjemputan terhadap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti untuk menjalani pemeriksaan bersama kelimanya.

Selain mengamankan keenam orang OTT Tim Satgas KPK juga mengamankan mobil dinas dengan nomor polisi BD 1, karena diduga di dalam mobil tersebut disimpan dokumen terkait suap paket proyek jalan hotmix dalam Provinsi Bengkulu, yang menjadi latar belakang  OTT.

Selanjutnya pada pukul 13.30 WIB keenam orang tersebut, yakni Ridwan Mukti, Lili Martiani Maddari, Rico Dian Sari, Jhoni Wijaya, Hariono dan Emilia dibawa Tim Satgas KPK ke Jakarta dengan menggunakan maskapai City Link. [Y21]

Foto Lain:

 

Comments

"Percepat Pendidikan Yang Merata Dan Berkualitas", Pemkot Gelar Upacara Hardiknas

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan mengangkat tema Perce ...

 

Baca Juga

Polri: Dua Penyerang Mapolda Sumut Diduga Anggota Jaringan Bahrun Naim
Aiptu Sigalingging Tewas Dengan Luka Tusuk Di Pipi, Dagu, Leher, Dan Dada
Lebaran, Tradisi Yasinan Massal Di TPU