Mendudukkan Kembali Tugas Dan Fungsi Mahasiswa Sebagai Generasi Muda

Pendidikan  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 14:00:00 WIB

Mendudukkan Kembali Tugas Dan Fungsi Mahasiswa Sebagai Generasi Muda
Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di Universitas, Institut atau Akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu, terdaftar di sebuah perguruan tinggi hanyalah syarat administratif menjadi seorang mahasiswa. Menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang luas, bukan hanya sekedar masalah administratif itu sendiri.

Dalam Bukunya "Politik Untuk Kaum Muda", Sarwono (1978) mengungkapkan, mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi, dan mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.

Rekaman sejarah telah mencatat mahasiswa sebagai salah satu elemen penting dalam setiap episode panjang perjalanan bangsa ini. Hal ini tentu sangat beralasan mengingat bagaimana pentingnya peran mahasiswa yang selalu menjadi aktor perubahan dalam setiap momen-momen bersejarah di Indonesia. Sejarah banyak mencatat, dari mulai munculnya kebangkitan nasional hingga tragedi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan di setiap daftar coretan sejarah di negeri ini.

Beberapa tahun belakangan ini telah banyak tercatat bahwa sudah beberapa kali mahasiswa menancapkan manifesto intelektualitas secara aplikatif dan nyata dalam memajukan peradaban bangsa ini. dari masa penjajahan Belanda, masa penjajahan Jepang, masa pemberontakan PKI, masa Orde Lama, hingga masa Orde Baru peranan mahasiswa tidak pernah absen dalam catatan peristiwa penting tersebut.

Catatan sejarah tersebut merupakan bukti dari rasa nasionalisme mahasiswa sebagai penancap tonggak peradaban di negeri ini. tentu bukan hal mudah untuk dapat menuliskan catatan sejarah, bahkan dengan tingkat intelektualitas yang tinggi pun tidak menjadi patokan seorang mahasiswa dapat membuat perubahan di negeri ini.

Lantas apa yang harus kita lakukan,.?

Sebuah pertanyaan yang menyulut kesadaran mahasiswa sekarang tentang tugas dan fungsinya sebagai “agent of change”, beban yang di pikul oleh mahasiswa untuk menciptakan perubahan di negeri ini.

Mari kita baca beban sejarah yang ada di depan kita. sebagai generasi muda, beban kita adalah membebaskan rakyat dari penderitaan hidup sehari-hari, beban kita adalah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dalam pembangunan ekonomi yang tidak menguntungkan rakyat, beban kita adalah menyatakan gandengan dengan sesama generasi muda untuk memegang masa kini dan masa depan. Ringkasnya, beban sejarah kita adalah menggalak kan kepada rakyat untuk membebaskan diri dari persoalan kehidupan. sekali kita mengelak, maka untuk selamanya kita akan menjadi warga negara yang di kutuk sejarah (Hariman Siregar: 1974).

Penulis adalah mahasiswa FISIP UNIB, Roymondo Miko



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00