Home
 
 
HUKUM

Pembobolan Rp 2 Miliar Di Bank BNI Jadi Kasus Korupsi
Rabu, 04 Januari 2017 , 21:13:00 WIB
Laporan: Julio Rinaldi

RMOL. Kasus pembobolan uang di Bank BNI Bengkulu senilai Rp 2 miliar lebih Tahun 2016 oleh oknum karyawan bank berinisial FF, yang sebelumnya masuk Tindak Pidana Umum (Tipidum), beralih menjadi tindak pidana korupsi (Tipikor) lantaran BNI termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan uang yang dibobol adalah uang negara.

Dikatakan Kajari Bengkulu, I Made Sudarmawan, melalui Kasi Pidsus, Irvon Desvi Putra, bahwa awalnya kasus tersebut merupakan kasus Tipidum.

"Perkara pembobolan uang di Bank BNI awalnya perkara Pidum, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkesimpulan itu merupakan perkara korupsi maka perkara itu dilimpahkan ke Pidana khusus (Pidsus)," jelas Irvon, Rabu (4/1/2017) di Kantor Kejari Bengkulu.

Sekarang, sambung Irvon, perkara itu sudah dilimpahkan dari penyidik ke penuntut umum dan rencananya, hari ini (Rabu, 4/1/2017) perkara tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Bengkulu.

"Secara materi saya kurang memahami kasusnya, tapi yang jelas karena itu uang negara dan Tipikor maka sudah ada kerugian negaranya disitu. Uang yang dibobol itu sekitar miliaran rupiah," papar Irvon.

Diketahui, atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Data terhimpun RMOL Bengkulu, perbuatan tersangka melakukan pembobolan uang BNI dimulai sejak Februari-September 2016 dengan modus mengambil uang yang akan disetorkan ke Atm-Atm di Kota Bengkulu. [X19]

Foto Lain:

 

BERITA TERKAIT


Comments

Gubernur Harus Instruksikan Pembayaran Zakat Melalui Baznas

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Bambang Himawan menilai bahwa Gubernur Bengkulu harus membuat Keputusan Gubern ...

 

Baca Juga

Ini Motif Mantan Bupati Jebak Dirwan Mahmud Dengan Narkoba
4 Pekara Penipuan, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Disel
Dana Miliaran Masuk Ke Media Center Provinsi Bengkulu, Kejati Periksa Sudoto