Home
 
 
HUKUM

Dugaan Pemalsuan Dokumen
Direskrimmum Sebut Nama ESD Berpeluang Tsk
Ada 2 Nama Lain Juga Disebut
Senin, 05 Desember 2016 , 20:48:00 WIB
Laporan: Ogi Mansyah

RMOL. Pekara dugaan pemalsuan dokumen oleh DPW NasDem Provinsi Bengkulu, hingga kini pihak Polda Bengkulu terus melakukan penyelidikan, terkait siapa yang akan ditetapkan tersangka baru.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Reskrim Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol. A. Rafiq, saat menerima hearing dari  Puskaki Bengkulu di ruang kerjanya  pada Senin (5/12/2016). Dimana Rafiq menyampaikan, pihak penyidik akan menetapkan tersangka lain.

"Pada tanggal 10 Maret 2016, pihak Polda Bengkulu telah menetapkan, Firdaus Rosid sebagai tersangka dan  pertengahan perjalan beliau (Firdaus Rosid, red) meninggal, maka kasusnya di SP3 kan atau diberhentikan proses penyelidikannya. Kemudian beberapa waktu lalu, Ropiq Sumantri menyampaikan terkait perkara yang sudah di SP3 kan bahwasannya masih ada tersangka lainnya. Makanya kita lakukan lagi pendalaman penyelidikannya," kata Rafiq.

Ketika ditanya soal tersangka baru, Rafia mengatakan, pihaknya masih mendalami, kemungkinannya ada tiga nama.

"Untuk calon tersangka lain, apakah NO, AD, ESD atau ada yang lain, kita lihat nanti kemungkinan keterlibatannya," kata Rafiq, Senin (5/12/2016).

Kemudian, lanjut Rafiq, saat ini pihaknya sedang melakukan pemanggilan saksi untuk menetapkan calon tersangka yang baru.

"Kita akan panggil semua saksi yang terlibat dan menggunakan bukti-bukti yang lama. Saat ini tinggal KASN lagi yang akan kita periksa untuk pembanding," demikian Rofiq. [R90]

Foto Lain:

 

BERITA TERKAIT


Comments

Gubernur Harus Instruksikan Pembayaran Zakat Melalui Baznas

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Bambang Himawan menilai bahwa Gubernur Bengkulu harus membuat Keputusan Gubern ...

 

Baca Juga

Ini Motif Mantan Bupati Jebak Dirwan Mahmud Dengan Narkoba
4 Pekara Penipuan, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Disel
Dana Miliaran Masuk Ke Media Center Provinsi Bengkulu, Kejati Periksa Sudoto