BPN Benteng Penuhi Kuota Prona 2.148 Bidang Tahun 2017

Daerah  KAMIS, 03 NOVEMBER 2016 , 22:39:00 WIB | LAPORAN: YETTI RAHMADANI

BPN Benteng Penuhi Kuota Prona 2.148 Bidang Tahun 2017

Hesekiel Sijabat

RMOL. Demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), terkait masalah keabsahan kepemilikan tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) memberikan kembali kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pembuatan sertifikat tanah.

Pemberian kesempatan pengurusan sertifikat tanah oleh BPN kepada masyarakat secara gratis tersebut, dikarenakan tahun 2017 mendatang BPN Benteng mendapatkan kuota Program Nasional (Prona) sebanyak 2.148 bidang.

Diungkapkan Kepala Kantor BPN Kabupaten Bengkulu Tengah, Hesekiel Sijabat, kuota prona tahun 2017 mendatang meningkat dibandingkan tahun 2016 ini. Dimana tahun ini kuota prona yang diperoleh BPN sebanyak 2.088 bidang, keputusan kuota prona yang didapat BPN untuk tahun mendatang sudah disahkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasionala (ATR/BPN).

"Tahun 2017 nanti kuota prona yang diperoleh BPN Benteng dari keputusan ATR/BPN pusat itu lebih banyak dari tahun 2016 ini yaitu sebanyak 2.148 bidang dari tahun sebelumnya cuma 2.088 bidang," kata Hesekiel Sijabat.

Realisasinya dalam pengurusan dan pembuatan sertifikat tanah dari BPN tidak dipungut biaya kepada warga yang mengusulkan prona pembuatan sertifikat. Secara prosedural, pembuatan sertifikat dilakukan secara komulatif atau dilakukan berkelompok dengan dikoordinir oleh pemerintah desa atau pemerintah kecamatan.

"Pengajuan prona pembuatan sertifikat tanah, silahkan pemerintah desa dan kecamatan mengakomodir warga dimasing-masing desa dan kecamatan untuk yang belum memiliki sertifikat," ujarnya.

Ditambahkannya, disetiap masing-masing desa tidak dilakukan pembatasan pengajuan prona sertifikat tanah. Namun, dalam penetapan penerima prona terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi dan pendataan untuk selanjutnya diserahkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Bengkulu dan setwlah melalui proses dan disetujui maka tim ahli akan diturinkan untuk melakukan pengukuran dan pemetaan terhadap lahan yang akan disertifikasi.

"Direncanakan awal tahun depan pendataan sudah mulai dilakukan, sehingga peetwngahan tahun 2017 sertifikat sudah dibagikan," tutup Hesekiel. [Y21]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00