Wartawan Gadungan di Sidang Sengketa Arsyad Hamzah Nyaris Dihakimi Massa

Daerah  RABU, 02 NOVEMBER 2016 , 21:09:00 WIB | LAPORAN: YETTI RAHMADANI

Wartawan Gadungan di Sidang Sengketa Arsyad Hamzah Nyaris Dihakimi Massa
RMOL. Mengaku sebagai wartawan seorang penyusup di sidang sengketa Arsyad Hamzah terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kabupaten Bengkulu Tengah diamakan Kepolisian Sektor (Polsek) Talang Empat.

Wartawan gadungan yang bernama Ahmad Ghiyats Notonagoro, yang berasal dari Kediri Jawa Timur. Saat diamankan massa Arsyad Hamzah mengaku dari wartawan televisi nasional Kompas Tv, namun merasa terdesak dengan pertanyaan tersebut kembali wartawan gadungan tersebut mengaku bahwa dirinya dari salah satu media online yakni kupasbengkulu.com.

Tetapi saat ditanya lebih lanjut terkait tanda pengenal dari pers (id card), perusahaan dan pimpinan media tersebut dirinya tidak dapat menunjukannya. Merasa kesal dan menghindari amukan massaakan wartawan gadungan tersebut, Arsyad Hamzah meminta pihak kepolisian untuk mengamankan wartawan tersebut.

Dikatakan Arsyad, keberadaan Ahmad yang mengaku wartawan tersebut sangat dipertanyakan. Karena saat melakukan wawancara bersamaan insan pers lainnya pertanyaan yang dilontarkan wartawan gadungan tersebut sudah menyimpang dan tidak wajar dari agenda sidang sengketa di Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Ini jelas-jelas penyusup karena dia (Ahmad-red) tidak dapat menunjukan id card dari medianya," kata Arsyad Hamzah kepada RMOL Bengkulu.

Lebih lanjut Arsyad juga mempertanyakan kepentingan apa yang diinginkan dari wartawan gadungan tersebut, sehingga dirinya merasa dirugikan atas kejadian yang disebabkan oleh wartawan tersebut.

"Saya minta kepolisian mengusut sampai tuntas, siapa yang mengirimnya suruhan siapa dia, apa kepentingannya, merugikan saya dia ini," cetusnya.

Saat di periksa kepolisian didapati 5 tanda pengenal dari wartawan gadungan tersebut, diantaranya kartu tanda mahasiswa sekolah pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dan 6 Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun 6 dari KTP tersebut hanya 1 yang E-ktp.

Sementara itu, Kapolsek AKP Yosril R SH mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan dan mendalami modus Ahmad G N yang mengaku sebagai wartawan dan telah berusaha wawancara yang dianggap oleh Arayad Hamzah tidak wajar bahkan seakan-akan mengorek informasi lebih darinya.

"Saat ini kita masih mendalami modus yang dilakukan Ahmad yang mengaku sebagai wartawan, namun saat dikonfirmasi sama wartawan media tersebut tidak mengenali siapa Ahmad ini," kata Yosril. [Y21]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00