PAN Berhentikan Rosna Sebagai Anggota Dewan

Politik  SELASA, 06 SEPTEMBER 2016 , 20:55:00 WIB | LAPORAN:

PAN Berhentikan Rosna Sebagai Anggota Dewan

Rosna Ikhwan/Net

RMOL. DPW Partai Amanat Nasional (DPW) Provinsi Bengkulu memastikan akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Rosna Ikhwan sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu karena tersandung kasus hukum yang saat ini telah dijatuhi vonis hukuman tetap.

"Dengan adanya inkrakh atau vonis hukuman tetap dari pengadilan negeri Tipikor (Tindak Pidana Korupsi), maka DPW PAN memastikan akan melakukan PAW terhadap yang bersangkutan," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Organisasi Keanggotaan DPW PAN Provinsi Bengkulu Dempo Xler.

Menurutnya, dengan telah keluarnya putusan hukum tetap tersebut, maka Rosna Ikhwan yang juga istri dari mantan Bupati Mukomuko tersebut sudah melanggar AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga), sehingga dengan aturan yang sama akan diberhentikan sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, maka yang bersangkutan tidak dapat lagi menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu dan harus diberhentikan.

"Ini sudah putusan tetap, divonsi 1,8 tahun penjara kan ya, jadi sesuai aturan partai, maka akan dilakukan pergantian," ujarnya.

Sementara itu, terkait pengganti Rosna Ikhwan sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu, pihaknya mengaku sudah memiliki namanya yakni calon legislatif sebelumnya dari daerah pemilihan Mukomuko yang memiliki suara terbanyak kedua setelah Rosna.

Selanjutnya, katanya, proses pergantian Rosna sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu akan dilakukan secepatnya dan akan langsung diajukan ke DPRD Provinsi Bengkulu.

"Kita akan secepatnya melakukan proses pergantian, dan nama penggantinya akan segera diserahkan ke DPRD Provinsi Bengkulu melalui KPU Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Seperti diketahui, pada sidang putusan di pengadilan negeri Bengkulu pada Senin (8/6/2016) menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan dengan denda Rp. 50 juta subsider 2 bulan penjara dan Uang Pengganti (UP) yang harus dibayarkan Rp. 270 juta subsider 5 bulan kurungan penjara kepada Rosna Ikhwan karena didakwa telah melakukan tindak pidana pidana korupsi di Kabupaten Mukomuko. [Q19]

Komentar Pembaca