Anang Hermansyah: Mendikbud Jangan Mencari Sensasi Tidak Perlu

OLEH: RMOL CO

Nusantara  RABU, 10 AGUSTUS 2016 , 19:43:00 WIB | LAPORAN:

Anang Hermansyah: Mendikbud Jangan Mencari Sensasi Tidak Perlu

Anang Hermansyah :NET

RMOL. Penerapan sistem full day school yang digagas oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dinilai bermasalah.

"Saya mengapresiasi sikap Mendikbud yang menarik wacana full day school itu. Karena memang secara filosofis dan praksis, gagasan tersebut bermasalah," kata anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah di Jakarta, Rabu (10/8/2016) seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, dengan melontarkan ide tersebut, secara tidak langsung menunjukan Muhadjir tak paham demografi pendidikan di Indonesia.

"Ide ini sangat bias kota. Menteri tidak paham kompleksitas masalah pendidikan kita seperti soal kesenjangan yang luar biasa antar daerah di Indonesia," kritiknya.

Kesejangan pendididikan di Indonesia begitu nyata mulai dari fasilitas infrastruktur, fasilitas penunjang hingga sumber daya tenaga pengajar. Fakta-fakta ini yang mempersulit  gagasan full day school terwujud.

"Apalagi sampai saat ini ada 10.985 desa yang belum memiliki SD. Semestinya Mendikbud berpikir keras soal ini daripada melempar wacana yang tidak produktif di publik," saran Anang.

Hemat dia, Mendikbud fokus menyelesaikan pekerjaan rumah  yang ditinggal Anies Baswedan, terutama menyoal Kurikulum 2013. Sebab menurutnya nawacita pendidikan sesungguhnya terkandung dalam K-13 tersebut.

"Jangan mencari sensasi yang tidak perlu. Lebih baik menyelesaikan pekerjaan rumah yang menumpuk di depan mata," ketusnya.

Bukan hanya itu, Anang juga meminta agar Mendikbud memiliki perhatian yang serius terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik itu menyangkut infrastruktur dan SDM.

"PAUD harus menjadi perhatian serius, negara-negara maju mengalokasikan anggaran secara serius untuk mengurus PAUD. Menteri semestinya memiliki perhatian serius soal PAUD ini," tukasnya.[wid]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00