Soal Pemberian Fee 20 Persen, Ini Kata Mantan Kadis PU Seluma

Daerah  SABTU, 06 AGUSTUS 2016 , 13:31:00 WIB | LAPORAN:

Soal Pemberian Fee 20 Persen, Ini Kata Mantan Kadis PU Seluma

Herawansyah

RMOL. Menanggapi keterangan saksi dari mantan Wakil Bupati (Wabup) Seluma, Mufran Imron, terkait permintaan fee 20% dalam proyek Jalan Nanti Agung Seluma. Mantan Kadis PU Seluma yang juga berstatus terdakwa, Herawansyah, mengungkapkan, bahwa soal kesaksian fee 20%itu hanyalah prediksi saja dan tidak ada hubungannya.

"Tentang fee 20% itu sudah dibantah oleh yang bersangkutan saat sidang 7 terdakwa lainnya yang sudah di vonis. Disitu dikatakan, saat hakim menanyakan apakah saudara (Erlan) sudah memberikan uang fee 20%?. Yang bersangkutan menjawab belum. Lalu, apakah terdakwa Herawansyah menerima uang 20%?. Jawab bersangkutan tidak. Lalu apa?. Berarti hanya prediksi saja itu," ujarnya.

Pengundurun diri Erlan selaku pelaksana kegiatan proyek Nanti Agung itu, sambung Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Mery, bukan karena terdakwa Herawansyah meminta fee 20%. Itu juga sesuai dengan pernyataan Erlan saat sidang terdakwa Ahmadin Cs.

"Hanya prediksi saja Herawansyah meminta fee 20%, itu tidak pernah ada dan tidak pernah di konfrontir kepada Herawansyah, apakah ada Herawansyah meminta langsung fee 20% kepada saudara Erlan," paparnya. Sabtu (6/8/2016) di PN Bengkulu.

Apabila nanti saudara Erlan dihadirkan sebagai saksi pada sidang berikutnya, lanjut Mery, pihaknya akan pertanyakan hal tersebut.

Saat ditanyakan keterkaitan dengan Husni Thamrin, jawab Herawansyah, dirinya  tidak kenal dalam proyek ini, yang saya tahu yang menandatangani kontrak itu adalah Erlan sebagai wakil direktur digantikan dengan Nandar. "Masalah pergantiannya itu tanya langsung dengan KPAnya, sebab yang tandatangan itu KPA dengan wakil direktur. Kalau Husni Thamrin atau yang lainnya nggak tahu saya dalam proyek ini," ungkapnya. [X19]


Komentar Pembaca