45 Ampoules Vaksin ATS Diduga Palsu Disita BPOM

Nusantara  RABU, 29 JUNI 2016 , 00:37:00 WIB | LAPORAN: YETTI RAHMADANI

RMOL. Sebanyak 45 ampoules vaksin Anti Tetanus Serum (ATS) Equine dicurigai palsu disita Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu. Penyitaan vaksin ATS yang diduga palsu tersebut disita BPOM dari penjual yang berasal dari Kabupaten Seluma.

Dijelaskan Arnold Sianipar Kepala BPOM Provinsi Bengkulu, maraknya vaksin palsu yang saat ini beredar di apotek maupun puskesmas membuat BPOM melakukan penyisiran keseluruh apotek dan toko obat di Provinsi Bengkulu. Dari penyisiran tersebut didapati 2 titik apotek maupun toko obat yang menjual vaksin diduga palsu, penyitaan vaksin ATS tersebut dilakukan karena kecurigaan terhadap kemasan primer dan skunder dan harga vaksin. Vaksin ATS dijual seharga Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu, sedangkan harga Het vaksin Rp 158.125 ribu.

Namun, Arnold enggan menjelaskan titik yang dimaksud tersebut berupa apotek, farmasi, toko obat atau puskesmas mana. Arnold berdalih vaksin tersebut belum dilakukan uji laboratorium terkait kandungan yang terdapat dalam vaksin serta dampak dari vaksin ATS tersebut.

"Ada 2 titik di Kabupaten Seluma, dari itu kita sita 45 ampoules atau 5 box vaksin. Untuk titiknya dimana aja nanti ya kita jangan menyebutkan nama tempat mau itu apotek atau farmasi atau toko obat mana, karena belum dilakukan uji laboratorium terhadap vaksin ini," jelas Arnold kepada RMOL Bengkulu, Selasa (28/6/2016).

Vaksin ATS ini diperoleh dari distributor yang berasal dari provinsi luar Bengkulu,"Vaksin ini dibeli dari provinsi luar Bengkulu, jadi penjualan vaksin ini sudah antar provinsi," katanya.

Akan tetapi, menurut Arnold vaksin AtS tersebut tidak diperjual belikan langsung kepada masyarakat, melainkan dipasok ke farmasi, apotek dan puskesmas saja.

"Untuk penyebarannya vaksin ini mungkin belum ke masyarakat, karena baru diedarkan 2 mingguan ke apotek, puskesmas serta farmasi," ujarnya.

Untuk mengetahui apakah vaksin ATS ini benar palsu, maka BPOM Provinsi Bengkulu akan melakukan pengiriman sample vaksin Rabu (29/6/2016) ke Jakarta untuk dilakukan uji laboratorium.[Y21]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:03:00

Anies Baswedan Bersama Pemuda Muhammadiyah

Anies Baswedan Bersama Pemuda Muhammadiyah

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 09:46:00