Gerakan Nelayan-Tani siapkan Koperasi Revolusioner Lawan Lintah Darat

Daerah  MINGGU, 10 APRIL 2016 , 21:49:00 WIB | LAPORAN:

Gerakan Nelayan-Tani siapkan Koperasi Revolusioner Lawan Lintah Darat
RMOL. Gerakan Nelayan-Tani (GANTI) Indonesia se-kabupaten dan kota Provinsi Bengkulu yang kepengurusannya untuk lima tahun kedepan (2016-2021) dikukuhkan oleh DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) hari ini (Sabtu, 9 April 2016) di Hotel Horizon Bengkulu, mewacanakan untuk membangun Koperasi kerakyatan dengan konsep dan praktik yang revolusioner, sebagai wujud antitesis dari koperasi yang hanya berpenampilan kerakyatan namun tidak berbeda dengan praktik lintah darat yang menghisap darah rakyat.

GANTI merupakan lembaga yang terbentuk sebagai hasil kerjasama dari partai pendukung Jokowi Dodo (PDI-P) dengan Pemerintah RI. Adapun di Provinsi Bengkulu, kepengurusan GANTI yang diukuhkan hari ini merupakan kepengurusan pertama dalam sejarahnya di Bumi Rafflesia.

"Lembaga ini bergerak untuk meningkatkan dan mensejahterakan kehidupan nelayan, petani, dan buruh," ujar Ketua GANTI Kabupaten Kepahiang, Raden Sumantri kepada RMOL Bengkulu.

Dijelaskan Sumantri, melalui wadah GANTI ini nanti akan dibentuk koperasi Nelayan-Tani Indonesia untuk membantu masyarakat kecil yang rawan dimarginalkan, agar bisa bangkit dan sejahtera hidup dan kehidupannya beserta keluarganya. Adapun Konsep lebih spresifik yang akan dibangun nanti, secara khusus dengan mengambil pertimbangan dari jenis-jenis komoditas yang menjadi andalan di masing-masing daerah untuk di optimalkan.

Khusus untuk kabupaten Kepahiang, lanjut Sumantri, GANTI dan Asosiasi Gabungan Kelompok Tani Kepahiang akan melakukan kerjasama yang positif, yang kemudian diteruskan dengan sinkroniasi program pembangunan kesejahteraan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang.

"Rencananya akan memacu perekonomian masyarakat Kepahiang ini, dengan kembali pada dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang. Sebab, sebaik-baiknya program, baik program dari rakyat maupun Pemerintah, apabila tidak sinkron tidak akan berjalan lancar," lanjut Sumantri yang juga ketua umum Asosiasi Gabungan Kelompok Tani Kepahiang ini.

Menurutnya, dengan kerjasama dan dukungan yang optimal dari eksekutif dan legislatif Kepahiang, kehidupan masyarakat di Kepahiang akan lebih stabil dan bukan tidak mungkin, kehidupan sejahtera yang diharapkan masyarakat dan diprogramkan oleh pemerintah tersebut, segera terlihat wujud nyatanya.

Sumantri berharap, lewat koperasi Nelayan-Tani ini nanti masyarakat bisa menggantungkan harapannya untuk hidup nyaman dan lepas dari ancaman dan jeratan sistem ekonomi buas kapitalistik seperti selama ini.

"Tidak bisa kita pungkiri, di Kepahiang maupun dimana saja kita temui, masih banyak sistem-sistem semacam pungutan yang 'berlebih'. Umpamanya pinjam uang Rp. 1 juta, dikembalikannya harus Rp. 1,5 juta, dengan istilah Bank 46 kalu di desa-desa. Harapan kita kedepan, koperasi ini bisa mengeluarkan mereka dari jeratan-jeratan lintah darat," ujarnya.

Menurut Sumantri, harapan baik tersebut hanya bisa terwujud jika ada kerjasama yang baik dari segala lini, mulai dari pemerintah, masyarakat, termasuk juga Pers. "Mari kita saling berpangku tangan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, damai dan sentosa. Kalau tidak kita-kita ini, siapa lagi," demikian Sumatri. [CW11]


Komentar Pembaca
Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

Pos Menko Perekonomian Dihilangkan Saja!

SELASA, 11 JULI 2017 , 15:00:00

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

Kinerja Sri Mulyani Mengkhawatirkan

SELASA, 11 JULI 2017 , 13:00:00

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini

SELASA, 11 JULI 2017 , 11:00:00